Formulir Kontak

 

Cara Instalas Software simulasi Packet Tracer


Banyak jalan menuju romaitulah kata-kata bijak yang terucap dari bapak-bapak ibu guru keika mengajarkan murid-muridnya agar menjadi pintar alhasil murid-muridnya melakukan berbagai cara agar
dia bisa menjadi pintar. Ada yang membuat jadwal belajarnya setiap harinya minimal belajar dua jam sehari, ada yang selalu membawa buku untuk dibacanya setiap dia memiliki waktu untuk membacanya tentunya, ada juga yang ikut les, atau malah ikut privat. Tapi anehnya ada beberapa orang yang terlahir
cerdas hanya dengan mendengarkan apa yang diterangkan oleh gurunya,ia langsung dapat menangkap semua materi yang dimaksud, hanya dengan berlatih sendiri dirumah, orang tersebut sudah menguasai materi, bahkan hanya dengan membaca terlebih dahulu materi yang akan diajarkan oleh gurunya, orang
tersebut bisa jauh lebih mengerti dari pada gurunya wew~. Tapi ada kisah orang yang ga pernah belajar juga bisa lulus, mungkin karena beruntung kale hehehhe Next ga usah kebanyakan basa-basi sekarang ni maksud kalimat Banyak jalan menuju roma tersebut kaitanya dengan Belajar jaringan Komputer adalah kita tidak harus memiliki semua alat yang diperlukan dalam membuat sebuah jaringan komputer seperti, router, swich,dll yang mungkin harganya terlalu mahal untuk ukuran pembelajaran pribadi, nah-nah yang kita butuhkan disini hanylah sebuah software
untuk simulasi jaringan komputer. Software simulasi tersebut bernama packet Tracer. Langsung saja pada instalas Paket Tracer: klik 2x aplikasi Packet Tracer-nya, Jika belum punya softwarenya, silahkan download disini

Download Paket Tracer (Untuk Windows)
Download Paket Tracer (Untuk Linux/Ubuntu)

 
lalu masuk kekotak dialog welcome to the Packet Tracer 5.0 Setup wizard tekan next




Akan muncul kotak dialog Select Destination Location pilih dimana program akan diletakan biasanya: C:\Program Files\lalu tekan next..next lagi

  
Muncul kotak dialog Select Additional Task , pilih apakah akan di buat icon di dekstopnya? Lalu tekan next.


Muncul kotak box ready to instal lalu tekan instal ->>>proses instalasi berlangsung 


 jika sudah selesai proses instalasi maka akan keluar kotak box Completing thePacket Tracer 5.0 setup wizard, pilih ceklist Launch Packet Tracer 5.0 lalu tekan finish, akan keluar halaman kerja untuk membuat simulasi jaringan komputer.


Arsitektur, Sejarah, Standarisasi, dan Trend
Zaman sekarang, Internet dan World Wide Web (WWW) sangat populer di seluruh dunia. Banyak masyarakat yang membutuhkan aplikasi yang berbasis Internet, seperti E-Mail dan akses Web melalui internet. Sehingga makin banyak aplikasi bisnis yang berkembang berjalan di atas internet. Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) merupakan protokol yang melandasi internet dan jaringan dunia. Pada bab ini, akan dijelaskan tentang protokol TCP/IP, bagaimana internet terbentuk, dan bagaimana perkembangannya kedepan.



Model Arsitektur TCP/IP
Protokol TCP/IP terbentuk dari 2 komponen yaitu Transmission Control Protocol (TCP) dan Internet Protocol (IP).
Internetworking
Tujuan dari TCP/IP adalah untuk membangun suatu koneksi antar jaringan (network), dimana biasa disebut internetwork, atau intenet, yang menyediakan pelayanan komunikasi antar jaringan yang memiliki bentuk fisik yang beragam. Tujuan yang jelas adalah menghubungkan empunya (hosts) pada jaringan yang berbeda, atau mungkin terpisahkan secara geografis pada area yang luas.

Internet dapat digolongkan menjadi beberapa group jaringan, antara lain:
• Backbone: Jaringan besar yang menghubungkan antar jaringan lainnya. Contoh : NSFNET yang merupakan jaringan backbone dunia di Amerika, EBONE yang merupakan jaringan backbone di Eropa, dan lainnya.
• Jaringan regional, contoh: jaringan antar kampus.
• Jaringan yang bersifat komersial dimana menyediakan koneksi menuju backbone kepada pelanggannya.
• Jaringan lokal, contoh: jaringan dalam sebuah kampus.
Aspek lain yang penting dari TCP/IP adalah membentuk suatu standarisasi dalam komunikasi. Tiap-tiap bentuk fisik suatu jaringan memiliki teknologi yang berbeda-beda, sehingga diperlukan pemrograman atau fungsi khusus untuk digunakan dalam komunikasi. TCP/IP memberikan fasilitas khusus yang bekerja diatas pemrograman atau fungsi khusus tersebut dari masing-masing fisik jaringan. Sehingga bentuk arsitektur dari fisik jaringan akan tersamarkan dari pengguna dan pembuat aplikasi jaringan. Dengan TCP/IP, pengguna tidak perlu lagi memikirkan bentuk fisik jaringan untuk melakukan sebuah komunikasi.
Untuk dapat berkomunikasi antar 2 jaringan, diperlukan komputer yang terhubung dalam suatu perangkat yang dapat meneruskan suatu paket data dari jaringan yang satu ke jaringan yang lain. Perangkat tersebut disebut Router. Selain itu router juga digunakan sebagai pengarah jalur (routing).
Untuk dapat mengidentifikasikan host diperlukan sebuah alamat, disebut alamat IP (IP address). Apabila sebuah host memiliki beberapa perangkat jaringan (interface), seperti router, maka setiap interface harus memiliki sebuah IP address yang unik. IP address terdiri dari 2 bagian, yaitu :
IP address = <nomer jaringan><nomer host>

Lapisan (layer) pada Protokol TCP/IP
Seperti pada perangkat lunak, TCP/IP dibentuk dalam beberapa lapisan (layer). Dengan dibentuk dalam layer, akan mempermudah untuk pengembangan dan pengimplementasian. Antar layer dapat berkomunikasi ke atas maupun ke bawah dengan suatu penghubung interface. Tiap-tiap layer memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda dan saling mendukung layer diatasnya. Pada protokol TCP/IP dibagi menjadi 4 layer.

Layer Aplikasi (Aplications)
Layer aplikasi digunakan pada program untuk berkomunikasi menggunakan TCP/IP. Contoh aplikasi antara lain Telnet dan File Transfer Protocol (FTP). Interface yang digunakan untuk saling berkomunikasi adalah nomer port dan socket.

Layer Transport
Layer transport memberikan fungsi pengiriman data secara end-to-end ke sisi remote. Aplikasi yang beragam dapat melakukan komunikasi secara serentak (simulaneously). Protokol pada layer transport yang paling sering digunakan adalah Transmission Control Protocol (TCP), dimana memberikan fungsi pengiriman data secara connection-oriented, pencegahan duplikasi data, congestion control dan flow control. Protokol lainnya adalah User Datagram Protocol (UDP), dimana memberikan fungsi pengiriman connectionless, jalur yang tidak reliabel. UDP banyak digunakan pada aplikasi yang membutuhkan kecepatan tinggi dan dapat metoleransi terhadap kerusakan data.

Layer Internetwork
Layer Internetwork biasa disebut juga layer internet atau layer network, dimana memberikan “vitual network” pada internet. Internet Protocol (IP) adalah protokol yang paling penting. IP memberikan fungsi routing pada jaringan dalam pengiriman data. Protokol lainnya antara lain : IP, ICMP, IGMP, ARP, RARP

Layer Network Interface
Layer network interface disebut juga layer link atau layer datalink, yang merupakan perangkat keras pada jaringan. Contoh : IEEE802.2, X.25, ATM, FDDI, dan SNA.
Aplikasi TCP/IP
 Level tertinggi pada layer TCP/IP adalah aplikasi. Dimana layer ini melakukan komunikasi sehingga dapat berinteraksi dengan pengguna.
Karakteristik dari protokol aplikasi antara lain:
• Merupakan program aplikasi yang dibuat oleh pengguna, atau aplikasi yang merupakan standar dari produk TCP/IP. Contoh aplikasi yang merupakan produk dari TCP/IP antara lain :
o TELNET, terminal interaktif untuk mengakses suatu remote pada internet.
o FTP (File Transfer Protocol), transfer file berkecepatan tinggi antar disk.
o SMTP (Simple Mail Transfer Protocol), sistem bersurat di internet
o dll
• Menggunakan mekanisme TCP atau UDP.
• Menggunakan model interaksi client/server.

Model Client/Server
TCP adalah peer-to-peer, protokol yang bersifat connection-oriented. Tidak ada hubungan tuan dan budak (master/slave), tetapi banyak aplikasi yang bersifat client/server.
SERVER adalah aplikasi yang memberikan pelayanan kepada user internet. CLIENT adalah yang meminta pelayanan. Aplikasi bisa memiliki bagian server dan bagian client, dimana dapat berjalan secara bersamaan dalam 1 sistem.
Server merupakan progam yang dapat menerima permintaan (request), melakukan pelayanan yang diminta, kemudian mengembalikan sebagai reply. Server dapat melayani multi request bersamaan.
Model Client-Server
Server bekerja dengan cara menunggu request pada port yang sudah terdaftar, sehingga client dapat dengan mudah mengirimkan data ke port pada server.
Bridge, Router dan Gateway
Ada beberapa cara untuk memberikan koneksi ke jaringan. Pada internetworking dapat dilakukan dengan router. Pada bagian ini akan dibedakan antara bridge, router dan gateway dalam mengakses jaringan.

Bridge
Menghubungkan jaringan pada layer network interface dan meneruskan frame. Bridge juga berfungsi sebagai MAC relay.
Bridge juga transparant terhadap IP, artinya apabila suatu host mengirim IP datagram ke host yang lain, IP tidak akan di awasi oleh bridge dan langsung cross ke host yang dituju.
Router
Menghubungkan jaringa pada layer internetwork dan mengarahkan jalur paket data.
Router mampu memilih jalur yang terbaik untuk pengiriman data, karena memiliki routing.
Dikarenakan router tidak transparant terhadap IP, maka router akan meneruskan paket berdasarkan alamat IP dari data.
Gateway
Menghubungkan jaringan pada layer diatas router dan bridge. Gateway mendukung pemetaan alamat dari jaringan yang satu ke jaringan yang lain.
Gateway merupakan pintu keluar suatu host menuju ke jaringan diluar.

Sejarah Internet
Jaringan mulai dibangun pada kisaran tahun 60an dan 70an, dimana mulai banyak penelitian tentang paket-switching, collision-detection pada jaringan lokal, hirarki jaringan dan teknik komunikasi lainnya.
Semakin banyak yang mengembangkan jaringan, tapi hal ini mengakibatkan semakin banyak perbedaan dan membuat jaringan harus berdiri sendiri tidak bisa dihubungkan antar tipe jaringan yang berbeda. Sehingga untuk menggabungkan jaringan dari group yang berbeda tidak bisa terjadi. Terjadi banyak perbedaan dari interface, aplikasi dan protokol.
Situasi perbedaan ini mulai di teliti pada tahun 70an oleh group peneliti Amerika dari Defence Advanced Research Project Agency (DARPA). Mereka meneliti tentang internetworking, selain itu ada organisasi lain yang juga bergabung seperti ITU-T (dengan nama CCITT) dan ISO. Tujuan dari penelitian tersebut membuat suatu protokol, sehingga aplikasi yang berbeda dapat berjalan walaupun pada sistem yang berbeda.
Group resmi yang meneliti disebut ARPANET network research group, dimana telah melakukan meeting pada oktober 1971. Kemudian DARPA melanjukan penelitiannya tentang host-to-host protocol dengan menggunakan TCP/IP, sekitar tahun 1978. Implementasi awal internet pada tahun 1980, dimana ARPANET menggunakan TCP/IP. Pada tahun 1983, DARPA memutuskan agar semua komputer terkoneksi ke ARPANET menggunakan TCP/IP.
DARPA mengontak Bolt, Beranek, and Newman (BBN) untuk membangun TCP/IP untuk Berkeley UNIX di University of California di Berkeley, untuk mendistribusikan kode sumber bersama dengan sistem operasi Berkeley Software Development (BSD), pada tahun 1983 (4.2BSD). Mulai saat itu, TCP/IP menjadi terkenal di seluruh universitas dan badan penelitian dan menjadi protokol standar untuk komunikasi.

ARPANET
Suatu badan penelitian yang dibentuk oleh DARPA, dan merupakan “grand-daddy of packet switching”. ARPANET merupakan awal dari internet. ARPANET menggunakan komunikasi 56Kbps tetapi karena perkembangan akhirnya tidak mampu mengatasi trafik jaringan yang berkembang tersebut.

NFSNET
NSFNET, National Science Foundation (NSF) Network. Terdiri dari 3 bagian internetworking di Amerika, yaitu :
• Backbone, jaringan yang terbentuk dari jaringan tingkat menengah (mid-level) dan jaringan supercomputer.
• Jaringan tingkat menengah (mid-level) terdiri dari regional, berbasis disiplin dan jaringan konsorsium superkomputer.
• Jaringan kampus, akademik maupun komersial yang terhubung ke jaringan tingkat menengah.

Penggunaan Internet secara komersial
Penggunaan internet berawal dari Acceptable Use Policy (AUP) tahun 1992, dimana menyebutkan internet dapat digunakan untuk komersial. Internet Service Provider mulai membangun bisnis diantaranya PSINet dan UUNET, kemudian menyusul CERFNet dan membentuk Commercial Internet Exchange (CIX). Keberadaan internet makin berkembang dan semakin banyak public exchange point (IXP), dapat dilihat di : http://www.ep.net.
Internet2
Perkembangan internet disusul dengan project internet2 yang merupakan Next Generation Internet (NGI). Tujuan dari internet2 antara lain :
• Mendemostrasikan aplikasi baru yang dapat meningkatkan peneliti untuk melakukan kolaborasi dalam penelitian
• Membangun advanced communication infrastructures
• Menyediakan middleware dan perangkat development
• Mendukung QoS untuk penelitian dan komuniti pendidikan
• Mempromosikan next generation dari teknologi komunikasi
• Mengkoordinasi standarisasi
• Mengkapitalisasi sistem partner antara pemerintah dan sektor organisasi
• Melakukan perubahan jaringan dari internet ke internet2
• Mempelajari efek samping dari infrastruktur yang baru pada pendidikan tinggi dan komunitas internet
Informasi tentang internet2 dapat dilihat di http://www.internet2.edu
Model Referensi dari Open System Interconnection (OSI)
OSI (Open System Interconnection) model (ISO 7498) mendifinisikan 7 layer model dari komunikasi data.
Tiap layer memiliki fungsi yang saling terhubung dengan layer di atasnya.
Standarisasi TCP/IP
TCP/IP semakin popular diantara developer dan pengguna, karena itu perlu adanya standarisasi. Standarisasi di kelola oleh Internet Architecture Board (IAB)
IAB mengacu pada Internet Engineering Task Force (IETF) untuk membuat standar baru. Dimana standarisasi menggunakan RFC. Untuk Internet Standar Process, menggunakan RFC 2026 – The Internet Standard Process – Revision 3, dimana didalamnya berisi tentang protokol, prosedur, dan konvensi yang digunakan dari oleh internet.
Request For Comment (RFC)
Internet Protocol suite masih dikembangkan dan perkembangannya menggunakan mekanisme Request For Comment (RFC). Protokol baru yang dikembangkan oleh peneliti akan diajukan dalam bentuk Internet Draft (ID). Kemudian akan di evaluasi oleh IAB. Apabila disetujui maka akan lahir RFC dengan seri baru untuk aplikasi atau protokol tersebut, sehingga developer dapat menggunakan standar tersebut.
Internet Standard
Proposal standar, draft standar, dan protokol standar merupakan bagian dari Internet Standard Track. Setelah proposal diakui maka proposal tersebut akan memiliki nomer, yang disebut standard number (STD). Contoh : Domain Name Systems (DNS) menggunakan STD 13 dan dijelaskan pada RFC 1034 dan 1035, sehingga dapat dituliskan “STD-13/RFC1034/RFC1035”. Untuk info lengkapnya dapat diakses di http://www.ietf.org

Internet Masa Depan
Mencoba untuk memperkirakan penggunaan internet dimasa mendatang adalah tidak mudah. Karena itu pada bagian ini akan diberikan contoh kecil penggunaan internet untuk masa depan.
Aplikasi Multimedia
Penggunaan bandwidth semakin lama akan semakin efisien, banyak teknologi yang dapat digunakan untuk mengatur penggunaan bandwidth salah satunya Dense Wave Division Multiplexing (DWDM).
Penggunaan bandwidth banyak digunakan pada aplikasi multimedia, antara lain Voice over Internet Protocol (VoIP) dan masih banyak lagi lainnya, bahkan untuk video conference.
Sekarang untuk mendengarkan lagu dengan internet sudah dapat kita rasakan, dan dikedepannya akan dimungkinkan semua perangkat terkoneksi melalui internet dan masih banyak lagi lainnya. Atau mungkin anda sendiri akan diberi IP Address... ???
Penggunaan untuk komersial
Penggunaan teknologi Virtual Private Networking (VPN) semakin banyak digunakan oleh perusahaan. VPN digunakan untuk mengamankan komunikasi yang digunakan oleh sebuah perusahaan. Misal untuk Virtual meeting.
Wireless Internet
Penggunaan aplikasi tanpa kabel sangat meningkatkan mobilitas seseorang, sehingga kebutuhan internet wireless akan semakin populer. Dengan adanya teknologi bluetooth, Wifi IEEE802.11, Wi-MAX dan yang lainnya akan mendukung internet tanpa kabel


Terdapat berbagai macam  software yang dapat membantu kita dalam menganalisa ataupun mendisain   jaringan komputer
 
A.   Packet Tracer
Packet  tracer  adalah  sebuah  simulator  protocol  jaringan  yang  dikembangkan  oleh  Cisco System.  Paket  Tracer  dapat  mensimulasikan  berbagai  macam  protocol  yg  digunakan pada jaringan baik secara realtime maupun dengan mode simulasi.

 Gambar.1   Tampilan Packet Tracer

Membuat jaringan peer-to-peer menggunakan packet tracer :
1.Ambil 2 buah PC dari select device box pada bagian end devices ke logical workspace   seperti terlihat pada gambar dibawah ini :

 

2.Hubungkan 2 PC tadi dengan kabel yang sesuai (kabel cross) pada masing-masing port Ethernet

 

3.Selain  mode  realtime  kita  juga  dapat  memilih  mode  simulation,  dimana  pada  saat kita  melakukan  perintah,  kita  dapat  mengetahui  prorokol  yang  digunakan  dan  apa  yang sebenarnya  terjadi pada  setiap  layer.  Contohnya  pada  saat  perintah  ping  pada gambar dibawah ini.

 

Membuat jaringan sederhana dengan menggunakan fitur multi user pada packet tracer :
Pada  aplikasi  packet  tracer  kita  dimungkinkan  untuk  membuat  simulasi  jaringan gabungan antara simulasi jaringan menggunakan packet tracer di 2 atau lebih PC yang saling terhubung dalam satu network. Contoh penggunaan :
1.Buat jaringan sederhana lalu masukkan awan multiuser : 
 

2.Klik  pada  awan  multi  user  peer0,  lalu  set  mode  ke  outgoing,  dan  ip  address  PC  lain dimana  terdapat  simulasi  jaringan  yang  akan  dikoneksikan,  set  peer  network  name dan password
3.Tekan  tombol  connect  dan  tunggu  konfirmasi  koneksi  (mode  incoming)    di  PC  yang dituju  muncul.  Setelah  terkoneksi,  kita  langsung  dapat  menjalankan  2  simulasi  di  PC yang berbeda.

 

Network Analysis Tool
1.Network Analysis Tool
Wireshark merupakan salah satu network analysis tool, atau disebut juga dengan protocol   analysis   tool   atau   packet   sniffer.   Wireshark   dapat   digunakan   untuk troubleshooting  jaringan,  analisis,  pengembangan  software  dan  protocol,  serta untuk   keperluan   edukasi.   Wireshark   merupakan   software   gratis,   sebelumnya,Wireshark dikenal dengan nama Ethereal.Packet  sniffer  sendiri  diartikan  sebagai  sebuah  program  atau  tool  yang  memiliki
kemampuan  untuk  ‘mencegat’  dan  melakukan  pencatatan  terhadap  traffic  data dalam    jaringan.    Selama    terjadi    aliran    data    dalam,    packet    sniffer    dapat menangkap protocol   data   unit   (PDU),   melakukan   dekoding   serta   melakukan analisis    terhadap    isi    paket    berdasarkan    spesifikasi    RFC    atau    spesifikasi-spesifikasi yang lain.Wireshark  sebagai  salah  satu  packet  sniffer  diprogram  sedemikian  rupa  untuk mengenali  berbagai  macam  protokol  jaringan.  Wireshark  mampu  menampilkan hasil enkapsulasi dan field yang ada dalam PDU.
Prosedur
Pada bagian ini akan diberikan bagaimana menggunakan Wireshark serta contoh melakukan capture PDU.
1)Jalankan Wireshark
2)Untuk  melakukan  capture  dengan  memilih  pilihan  yang  tersedia,  pilih  menu
Capture > Options... akan tampil jendela semacam ini:


3.Pada   jendela   Capture   Option,   pilihlah   interface   Ethernet   yang   akan   di-capture.  Terlihat  pada  screenshot  di  atas  terdapat  3  buah  highlight.  Highlight paling atas menunjukkan pilihan untuk melakukan capture pada Promiscuous Mode.  Jika  pilihan  ini  diaktifkan,  maka  Wireshark  akan  melakukan  capture terhadap   paket-paket   yang   ditujukan   untuk   komputer   ini   dan   paket-paket yang    terdeteksi    oleh    NIC    dari    komputer-komputer    dalam    satu    segmen jaringan.Highlight  kedua  menunjukkan  pilihan-pilihan  untuk  mengatur  tampilan  atau informasi  yang   akan  ditampilkan  oleh  Wireshark.   Jika  pilihan   hide   capture dialog    info    dinonaktifkan,    ketika    kita    memulai    capture,    Wireshark    akan menampilkan    jendela    tambahan    yang    memberikan    statistik    persentase protokol yang ter-capture sebagai berikut: 


Highlight ketiga memberikan pilihan bahwa Wireshark  akan menerjemahakan alamat jaringan dalam PDU menjadi nama.Mengaktifkan pilihan ini akan menambah PDU ekstra ke dalam data yang ter-capture.Jendela  Wireshark terdiri atas tiga bagian, seperti ditunjukkan  pada screenshot berikut:


Packet  List  Pane  menampilkan  ringkasan  dari  paket-paket  yang  tertangkap oleh Wireshark.Memilih salah satu  paket  yang  tampil  pada  bagian  ini  akan memperlihatkan detail dari paket tersebut pada dua panel di bawahnya.Packet  Detail  Pane  menampilkan  detail  dari  paket  yang  dipiliha  pada  Packet List Pane.Packet    Byte    Pane    menunjukkan    isi    data    dari    sebuah    paket    dalam heksadesimal  serta  menunjukkan  detail  dari  field  yang  dipilih  pada  Packet Detail Pane.Untuk memulai proses capture, klik pada tombol Start.

4)Buka  command  prompt  dengan  cara  klik  Start  >  Run...    >  ketikkan  cmd  >
klik   OK.   Lakukan   ping   ke   komputer   sebelah   anda   dengan   mengetikkan perintah ping IPkomputerDiSebelahAnda.
5)Aktivitas  ping  tersebut  akan  terekam  oleh  Wireshark,  simpan  hasil  capture dengan memilih menu File > Save As... pada Wireshark.
6)Berdasarkan  hasil  capture  Wireshark  tersebut,  isikan  informasi  yang  diminta pada borang yang disediakan.


Untuk berkomunikasi dengan host lain didalam suatu jaringan, sebuah host harus mempunyai IP (Internet Protocol) address. Pada praktikum ini, IP yang digunakan adalah IPv4 yang memiliki panjang 32 bit (4 byte).IP  address  sendiri  terbagi  menjadi  2  bagian  yaitu  bagian  network  address  dan node/host  address.  IPv4  terdiri  dari  5  class,  yaitu  A,  B,  C,  D  dan  E.  Kelas  D digunakan untuk multicasting, sedangkan kelas E untuk riset.

 
Gambar Contoh Penggunaan IP Address 

Berikut adalah alokasi bit untuk alamat IPv4 :
Kelas A :


Kelas B:


Kelas C:

Berikut adalah IP Address Range untuk masing-masing kelas : 

Subnetting : 
Mengapa dilakukan subnetting ?
1.   Untuk   mengurangi   lalu   lintas   jaringan   (mengurangi   broadcast   storm/
memperkecil broadcast domain)
2.   Mengoptimalisasi unjuk kerja jaringan
3.   Pengelolaan    yang    disederhanakan    (memudahkan    pengelolaan,
mengidentifikasikan permasalahan)
4.   Penghematan alamat IP

Pada dasarnya subnetting adalah mengambil bit-bit dari bagian host sebuah alamat
IP   danme-reserve   atau   menyimpannya   untuk   mendefinisikan   alamat   subnet.
Konsekuensinya adalah semakin sedikit jumlah bit untuk host. Jadi semakin banyak
jumkah subnet, semakin sedikit jumlah bit yang tersedia untuk mendefinisikan host
bit.
Contoh Subneting

Misalkan tersedia network address 192.168.1.0 / 24 → “ berarti kelas C ”. (Lihat
tabel di atas) Misal kita membutuhkan 6 kelompok jaringan/network, maka yang kita
lakukan  adalah  membagi  alamat  tersebut  menjadi  6  subnet.  Maka  rumus  yang
digunakan adalah 2^n >= jumlah subnet. Variabel n menunjukkan jumlah bit yang
dipinjam dari bit-bit host untuk dijadikan bit subnet.
Perhitungan:

2^n  >= 6 => 2^3  >= 6 ,sehingga n = 3


Perhitungan dengan metode binary :

-  subnet mask default (dlm biner) : 11111111.11111111.11111111.00000000
-    tambahkan    3    bit    1    di    ruas    paling    belakang    :
11111111.11111111.11111111.11100000
-  konversi subnet tsb ke desimal : 255.255.255. 224
(Berarti  subnet  mask  addressnya  adalah  255.255.255.224  untuk  mendapatkan  6
subnet)

Sekarang  untuk  mengetahui  jumlah  IP  yang  dapat  dipakai  untuk tiap  host  di  tiap
subnet, lakukan operasi berikut :

256    jumlah rentang dari 0 – 255

224  -    nilai ruas terakhir dari subnet yang baru

32    digunakan sebagai range buat subnetnya

Hasil 32 menunjukkan IP yang dapat dipakai untuk tiap subnet mask yang baru.
Berikut ini adalah daftar semua subnet untuk subnet mask class C 255.255.255 224
Subnet Mask    CIDR    Subnet Mask    CIDR
255.128.0.0    /9    255.255.240.0    /20
255.192.0.0    /10    255.255.248.0    /21
255.224.0.0    /11    255.255.252.0    /22
255.240.0.0    /12    255.255.254.0    /23
255.248.0.0    /13    255.255.255.0    /24
255.252.0.0    /14    255.255.255.128    /25
255.254.0.0    /15    255.255.255.192    /26
255.255.0.0    /16    255.255.255.224    /27
255.255.128.0    /17    255.255.255.240    /28
255.255.192.0    /18    255.255.255.248    /29
255.255.224.0    /19    255.255.255.252    /30


Subnet ke 0    :    192.168.1.0 – 192.168. 1. 31
Subnet ke 1    :    192.168.1.32 - 192.168.1. 63
Subnet ke 2    :    192.168.1.64 - 192.168.1. 95
Subnet ke 3    :    192.168.1.96 -  192.168.1.127
……………….
Subnet ke 7    :    192.168.1.224 – 192.168.1.255

Contoh menghitung broadcast address
Coba hitung broadcast address dan network address untuk IP 192.168.1.4 /29
Jawab    :    /29    berarti netmask = 255.255.255.248
IP Adress    :    192.168.1.4    11000000.10101000.00000001.00000100
netmask    :    255.255.255.248    11111111.11111111.11111111.11111000
Network Addr:    192.168.1.0    11000000.10101000.00000001.00000000
(AND)
Broadcast Addr:    192.168.1.7    11000000.10101000.00000001.00000111
(invers)

CIDR ( Classless Interdomain Domain Routing)

Perhitungan  subnetting  pada  CIDR  merupakan  perhitungan  lanjutan  mengenai  IP
Addressing dengan menggunakan metode VLSM ( Variable Length Subnet Mask ),
namun   sebelum   membahas   VLSM   perlu   direview   terlebih   dahulu   subnetting
menggunakan CIDR.

Pada  tahun  1992  lembaga  IEFT  memperkenalkan  suatu  konsep  perhitungan  IP
Address yang dinamakan supernetting atau classless inter domain routing (CIDR),
metode  ini  menggunakan  notasi  prefix  dengan  panjang  notasi  tertentu  sebagai
network  prefix,  panjang  notasi  prefix  ini  menentukan  jumlah  bit  sebelah  kiri  yang
digunakan sebagai Network ID, metode CIDR dengan notasi prefix dapat diterapkan
pada  semua  kelas  IP  Address  sehingga  hal  ini  memudahkan  dan  lebih  efektif.
Menggunakan metode CIDR kita dapat melakukan pembagian IP address yang tidak
berkelas sesukanya tergantung dari kebutuhan pemakai.

Sebelum  kita  melakukan  perhitungan  IP  address  menggunakan  metode  CIDR
berikut ini adalah nilai subnet yang dapat dihitung dan digunakan : 

Subnet Mask
CIDR
Subnet Mask
CIDR
255.128.0.0
/9
255.255.240.0
/20
255.192.0.0
/10
255.255.248.0
/21
255.224.0.0
/11
255.255.252.0
/22
255.240.0.0
/12
255.255.254.0
/23
255.248.0.0
/13
255.255.255.0
/24
255.252.0.0
/14
255.255.255.128
/25
255.254.0.0
/15
255.255.255.192
/26
255.255.0.0
/16
255.255.255.224
/27
255.255.128.0
/17
255.255.255.240
/28
255.255.192.0
/18
255.255.255.248
/29
255.255.224.0
/19
255.255.255.252
/30

Catatan penting dalam subnetting ini adalah penggunaan oktat pada subnet mask dimana :
-    untuk IP Address kelas C yang dapat dilakukan CIDR-nya adalah pada oktat
terakhir  karena  pada  IP  Address  kelas  C  subnet  mask  default-nya  adalah
255.255.255.0

-    untuk  IP  Address  kelas  B  yang  dapat  dilakukan  CIDR-nya  adalah  pada  2
oktat  terakhir  karena  pada  IP  Address  kelas  B  subnet  mask  default-nya
adalah 255.255.0.0

-    untuk  IP  Address  kelas  A  yang  dapat  dilakukan  CIDR-nya  adalah  pada  3
oktat  terakhir  karena  IP  Address  kelas  A  subnet  mask  default-nya  adalah
255.0.0.0

VLSM ( Variable Length Subnet Mask )
Perhitungan IP Address menggunakan metode VLSM adalah metode yang berbeda
dengan  memberikan  suatu  Network  Address  lebih  dari  satu  subnet  mask,  jika
menggunakan  CIDR  dimana  suatu  Network  ID  hanya  memiliki  satu  subnet  mask
saja, perbedaan yang mendasar disini juga adalah terletak pada pembagian blok,
pembagian blok VLSM bebas dan hanya dilakukan oleh si pemilik Network Address
yang telah diberikan kepadanya atau dengan kata lain sebagai IP address local dan
IP Address ini tidak dikenal dalam jaringan internet, namun tetap dapat melakukan
koneksi kedalam jaringan internet, hal ini terjadi dikarenakan jaringan internet hanya
mengenal IP Address berkelas.

Metode   VLSM   ataupun   CIDR   pada   prinsipnya   sama   yaitu   untuk   mengatasi
kekurangan IP Address dan dilakukannya pemecahan Network ID guna mengatasi
kekerungan  IP  Address  tersebut.  Network  Address  yang  telah  diberikan  oleh
lembaga IANA jumlahnya sangat terbatas, biasanya suatu perusahaan baik instansi
pemerintah, swasta maupun institusi pendidikan yang terkoneksi ke jaringan internet
hanya memilik Network ID tidak lebih dari 5 – 7 Network ID (IP Public).

Dalam  penerapan  IP  Address  menggunakan  metode  VLSM  agar  tetap  dapat
berkomunikasi kedalam jaringan internet sebaiknya pengelolaan network-nya dapat
memenuhi persyaratan ; routing protocol yang digunakan harus mampu membawa
informasi mengenai notasi prefix untuk setiap rute broadcastnya (routing protocol :
RIP, IGRP, EIGRP, OSPF dan lainnya, bahan bacaan lanjut protocol routing : CNAP
1-2),  semua  perangkat  router  yang  digunakan  dalam  jaringan  harus  mendukung
metode  VLSM  yang  menggunakan  algoritma  penerus  packet  informasi.  Tahapan
perihitungan  menggunakan  VLSM  IP  Address  yang  ada  dihitung  menggunakan
CIDR selanjutnya baru dipecah kembali menggunakan VLSM, sebagai contoh :

130.20.0.0/20
Kita hitung jumlah subnet terlebih dahulu menggunakan CIDR, maka didapat
11111111.11111111.11110000.00000000 = /20
Jumlah angka binary 1 pada 2 oktat terakhir subnet adalah 4 maka 
 
Jumlah subnet = (2x) = 24 = 16
Maka blok tiap subnetnya adalah :
Blok subnet ke 1 = 130.20.0.0/20
Blok subnet ke 2 = 130.20.16.0/20
Blok subnet ke 3 = 130.20.32.0/20
Dst … sampai dengan
Blok subnet ke 16 = 130.20.240.0/20

Selanjutnya kita ambil nilai blok ke 3 dari hasil CIDR yaitu 130.20.32.0 kemudian :

-    Kita pecah menjadi 16 blok subnet, dimana nilai 16 diambil dari hasil
perhitungan subnet pertama yaitu /20 = (2x) = 24 = 16
-    Selanjutnya nilai subnet di ubah tergantung kebutuhan untuk pembahasan ini
kita gunakan /24, maka didapat 130.20.32.0/24 kemudian diperbanyak
menjadi 16 blok lagi sehingga didapat 16 blok baru yaitu :
Blok subnet VLSM 1-1 = 130.20.32.0/24
Blok subnet VLSM 1-2 = 130.20.33.0/24, dst..sampai ke 16

-    Selanjutnya  kita  ambil  kembali  nilai  ke  1  dari  blok  subnet  VLSM  1-1  yaitu
130.20.32.0 kemudian kita pecah menjadi 16:2 = 8 blok subnet lagi, namun
oktat ke 4 pada Network ID yang kita ubah juga menjadi 8 blok kelipatan dari 32
-    sehingga didapat :
Blok subnet VLSM 2-1 = 130.20.32.0/27
Blok subnet VLSM 2-2 = 130.20.32.32/27
Blok subnet VLSM 2-3 = 130.20.33.64/27
Blok subnet VLSM 2-4 = 130.20.34.96/27
Blok subnet VLSM 2-5 = 130.20.35.128/27
Blok subnet VLSM 2-6 = 130.20.36.160/27, dst

IPv6 Addresses (TAMBAHAN)

IPv6  adalah  format  IP  dengan  panjang  128  bit  dan  umumnya  ditulis  sebagai  8
bilangan 16 bit hexadecimal.Memiliki jumlah alamat IP = 2128 (sekitar 3.4x 1038).
Bandingkan dengan IPv4 dengan format hanya 32 bit yang berarti memiliki jumlah IP
= 232 (sekitar 4.3x109).

Format  penulisannya  adalah  dengan  hexadecimal  yang  masing-masing  16  bit
dengan dipisahkan dengan tanda titik dua (:) Representasi alamat pada IPv6 ada
beberapa macam

- Model x: x: x: x: x: x: x: x
X adalah nilai berupa hexadecimal 16 bit dari porsi alamat. Karena terdapat 8 buah
‘x’,
jumlah total = 816 = 128 bit.
Contohnya : FEDC:BA98:7654:3210:FEDC:BA98:7654:3210

-Jika format pengalamatan IP mengandung kumpulan group 16 bit bernilai ‘0’, maka
direpresentasikan dengan “::”.
Contohnya : 3FFE:0:0:0:0:0:FE56:3210 dapat direpresentasikan menjadi 
3FFE::FE56:3210

-Model x: x: x: x: x: d: d: d
d adalah alamat IPv4 32 bit. Contohnya : 0:0:0:0:FFFF:13.1.68.3
direpresentasikan menjadi ::FFFF:13.1.68.3 

copyright © 2025 Hanya Sebuah Coretan Hanya Sebuah Coretan Template by : Urang-kurai